Dear kamu,
Hari ini adalah pertandingan sepak bola antar sekolah tingkat Nasional, pertandingan hari ini adalah pertandingan ntuk menentukan masuk atau tidaknya ke semifinal. Aku dan teman se-tim benar-benar melakukan persiapan dengan baik, dari pemanasan, peraga teknik, hingga pengaturan posisi dan pola permainan. Ya, aku dapat posisi menjadi striker, lebih tepatnya striker sebelah kiri.
Setelah segala persiapan itu selesai, kini giliran kami yang bertanding. Kami bersiap dilapangan dengan posisi kami masing-masing, menunggu peluit dari wasit yakni tanda dimulainya pertandingan. Peluit pun di tiupkan, kami bermain dengan maksimal, dan kami mampu memenangkan pertandingan itu. Luar biasa kebahagiaan kami semua, kami masuk babak semifinal dan mendapat lawan pemenang bertahan di event sebelumnya.
Ada waktu istirahat sebelum pertadingan dimulai kembali. Kami beristirahat dengan cukup, meregangkan otot-otot kaki sejenak.
Beberapa jam berlalu, kami kembali melakukan segala persiapan. Karena ini semifinal dan lawanya ada juara bertahan sebelumya, ini menjadikan adrenalin kami meningkat dua kali lipat. Seluruh pemain sudah diminta bersiap-siap dilapangan. Akan tetapi, peluit tak kunjung di tiupkan, "ada apa ini?" tanyaku dalam hati. Ternyata seluruh panitia memperdebatkan tentang pemain yang berkacamata, karena di pertandingan sebelumnya ada pemain yang robek bagian mata kena kacamata. Wah disitu aku bener-bener deg-degan soalnya aku kan pakai kacamata, takut tidak boleh main. Setelah itu, kacamata ku diminta olehnya para wasit dan panitia, teman-temanku berkata "tolong pak/bu bolehin main,itu kacamata plastik, kemarin aja baik-baik saja". Kacamataku diperiksa oleh beberapa pihak dan pada akhirnya kacamataku lolos seleksi, itu tandanya aku bisa main dalam pertandingan dengan memakai kacamata, tapi sebelum bertanding, aku diperingati oleh wasit untuk menjauhkan hal-hal yang berisiko besar. Dan kukatakan "ya", pluit di tiupkan dan pertandingan dimulai. Kami berusaha lebih keras dan bersemangat tanpa ragu-ragu. Babak pertama skor seri yakni 0-0. Dilanjutkan babak kedua, dibabak ini tim kami banyak di diciderai. Tapi hal itu tetap tak memupuskan harapan kami. Kami tetap berusaha bahkan lebih fokus dan non emosional, perlahan tapi pasti. Pertandingan sudah memasuki injury time, itu artinya sudah tinggal 1,5 menit tersisa. Ya tapi apa daya, keberuntungan sedang tidak berpihak, di detik-detik seperti itu kami kebobolan, ya kiper sudah menangkap tapi tangannya tak mampu menahan karena di perandingan sebelumnya tangannya bengkak. Pluit tanda selesainya pertangdingan pun bunyi. Dengan skor akhir 0-1, kami kalah. Walaupun seperti itu, kami tetap senang karena kami sudah berusaha dengan baik dan maksimal. Kini harapan kami adalah merebut posisi ketiga, dimana kami akan melabuh. Kami akan lebih banyak latihan untuk mempersiapkan pertandingan selanjutnya ini.
Dan pelajaran hari ini adalah bahwa dalam setiap pertandingan dibutuhkan sebuah perjuangan, dan perjuangan itu dilapisi dengan ketekunan dan kesabaran. Tanpa perjuangan, tidak akan menjadi apa-apa. Bukan masalah menang atau kalah, tapi bermain dengan maksimal atau tidaknya.