Esti, terima kasih sudah mengatakan "evelyne, kamu jangan cuek sama teman-teman", walaupun tetep dicuekin sih, setidaknya berani juga.
Olin, terima kasih sudah menawarkanku masuk kelompokmu saat yang lain lupa kalau aku bagian dari kelas itu.
Veri, terima kasih sudah menjadi orang yang pertama yang membuat aku tertawa di kelas, konyol ya ternyata ceritanya kalau mau nikah, benar adanya.
Dwi utari, terima kasih sudah menjadi orang pertama mengajak berkenalan di GSG dan ngenalin aku ke yang lainnya juga.
Nailul, terima kasih sudah menemani aku untuk jalan kaki bareng ke kampus. Semua cerita selama di jalan itu masih inget loh hahaha, kadang ikut sedih.
Tari, terima kasih sudah memaksaku ikut jalan-jalan kelas, walaupun berubah pikirannya mepet pas bus udah jalan setidaknya ikut seneng-seneng.
Fega, terima kasih sudah menawarkanku main ke rumahmu, berasa punya keluarga deh.
Jusi, terima kasih sudah cupin bangku kalau mau ujiannya bu hervin, pagi banget staynya di kampus.
Tarissa, terima kasih sudah menjadi orang yang pertama yang menjengukku saat sakit, enak roti sama susunya hahaha to be honest itu menyentuh, kaget juga. Btw kalau rasa strawberry pasti lebih enak.
Khusnul, terima kasih sudah mengajarkanku arti kesederhanaan dan jiwa tempur sebenarnya. Sekarang aku jadi bisa survive!
Fikri, terima kasih sudah muncul waktu tragedi berantem depan gedung L, jadinya gue bisa ikut matkulnya pak wayan hehe sangat memalukan... oh satu lagi, pemikiran lu oke punya, sedikit terbuka pemikiran gue kalau ngobrol sama lu. TOP!
Indah, terima kasih sudah menandatangani kehadiran UAS fisika modern disaat ku gak rela buat ninggalin jakarta. Abisnya take home geh, kan home gue di jakarta hahhaa.
Alivia, terima kasih sudah membantu mengerjakan kuis gelombang optik disaat ku juga gak rela buat ninggalin jakarta. Untung bu hervinnya ga masuk kelas.
Lulu, terima kasih sudah menegorku untuk rajin masuk kuliah, abisnya waktu itu ga asik sih kelasnya. Abis umi tegor langsung rajin kan?
Fauzi, terima kasih sudah ngajarin nyanyi yel-yel waktu itu karena kita sekelompok, entah apa nama kegiatannya waktu itu.
Nur Syams, terima kasih sudah merelakan jam tanganmu untukku, love it!
Desi, terima kasih sudah menjadi patokanku jika mau bolos waktu awal-awal masa kuliah.hehehe
Nisaul, terima kasih sudah membantu menambah kuota mahasiswa di matkul kolokium! ga sia-sia kita dapet A.
Sigit, terima kasih sudah memilih bergabung denganku untuk kelompok MPF, sampe-sampe keluar dari kelompok sebelumnya.
Grego, terima kasih sudah membantu menyelesaikan alat tower tesla.
Diah, terima kasih sudah mengajak selfie bareng pertama kali, tapi masa malah pake HP gue.
Maretha, terima kasih sudah menjadi mahasiswa pembanding di seminar hasil, terima kasih untuk tulisan semangatnya.
Laya, terima kasih sudah memaksaku untuk ikut foto angkatan (gak nyesel gua).
Adila, terima kasih sudah membantu selama proses persiapan KKN kita, untung ada lo satu kecamatannya jadinya bisa main. Walaupun paling jauh cuma tempat tarjo wkwkwk
Raras, terima kasih sudah memberitahuku apa arti kata "kejel" wkwk oiya sama makasih banget atas kerjasamanya untuk menghitung konstanta planck! gue lupa deh itu emang kita berdua doang ya sekelompok?
Bella, terima kasih sudah mau menemani proses penyelesaian tugas akhir, mulai dari mikirin pengajuan judul di perpus, sampe kemaren malem kita udah di percetakan sentra aja. Peserta seminar tersetia nih lu, dateng mulu! ga pernah engga! ontime lagi! hahaha terima kasih sudah menjadi pendengar yang baik, terima kasih atas tabokan-tabokan alay lu. Akhirnya mau wisuda haha
Arina, terima kasih sudah meminjamkan charger laptop asusnya, beneran sangat membantu, disaat genting dan dateline banget soalnya.
Rai, terima kasih sudah menshare data-data keperluan PPL dan seminar, sangat membantu.
Azni, terima kasih sudah mengambil alih tugas fister bagianku, jadinya aku ga ngapa-ngapain deh.
Vinka, terima kasih sudah membantu menyelesaikan tugas fisika sekolah 1 (kita sekelompok), waktu itu bener-bener buta sama yang namanya RPP, cara nyusun indikator, KKOnya apa aja. Makasih ya vin sudah diajarin juga.
Yuni, terima kasih sudah menyambut dengan baik saat berkunjung kerumahmu padahal dadakan. Terima kasih sudah ngajakin ke tempat tekwan terenak di bukit haha terlebih lagi makasih sudah menjadi informan keberadaan pak ismu. Salam pengabdi!
Nova, terima kasih sudah selalu menyediakan tempat istirahat disaat suntuk, kosan nova terbaik.
Nufus, terima kasih sudah menjadi moderator tersetia. Terbaik emang! Bikin roket beneran yok!
Kadek, terima kasih sudah memberi pemandangan yang apik di kelas hehehe
Devi, terima kasih sudah menjadi partner belajar selama mata kuliah fisika material. Tugas, kuis, UAS always bareng. Akhirnya A!
Irma, terima kasih sudah membuat tertawa dengan tingkah lebaynya dan terima kasih untuk berkas keperluan komprenya. Akhirnya gue kompre ma! wkwkwk
Tiara, terima kasih sudah memberikan info-info untuk cara bimbingan dengan pak CE hahaha
Semua terjadi bukan karena kebetulan. Faktanya, cara menyentuh hidup seseorang tidak harus dengan sesuatu yang besar. Setiap tindakan, setiap perilaku, setiap ucapan, setiap cara pandang selalu membekas.
(Bandar Lampung: 2018)
Kamis, 02 Agustus 2018
Sabtu, 17 Februari 2018
Impian Terbaikku
Setumpuk
tugas ada di hadapanku malam ini, di ruang tempat aku beristirahat. Ku mulai
dengan mengerjakan tugas matematika, sambil mendengar lantunan lagu dari handphone. Tak lama ku letakkan pensilku
dan sejenak merebahkan tubuh, entah untuk apa hal itu aku lakukan. Tiba-tiba
dalam pikirku terlintas tentang impian masa kecil.
Dari
kecil aku senang melihat seorang Guru, dengan membawa tas dan buku-buku
pelajaran. Walaupun Guru itu tidak berasal atau tidak mengajar di sekolahku.
Setiap melihat mereka, aku selalu berkata “nanti aku akan menjadi seperti itu”
sambil menunjuk. Saat aku duduk di bangku Sekolah Dasar, aku pernah mendapat PR
untuk menceritakan cita-citaku. Dirumah Mama bertanya “PR apa saja yang di
berikan bu Guru?”, aku menjelaskan. Lalu Mama bertanya “memang kamu ingin
menjadi apa?”, dengan polos aku menjawab “mau jadi Ibu Guru, Ma”. Mama
tersenyum dan membantuku mengerjakan PR ku itu.
Saat
di sekolah, PR yang sudah diberikan itu dikumpulkan dan kami di minta untuk
menceritakan tentang cita-cita kami masing-masing. Pada saat giliranku, aku
gemetar karena harus bercerita di depan kelas. Awal bercerita,aku mengatakan
“aku ingin menjadi Guru yang luar biasa dan di sayangi anak-anak”, belum sempat
aku melanjutkan cerita, teman-teman sekelasku pada tertawa, seolah-olah itu hal
yang di anggap remeh. Akan tetapi Ibu Guru meminta semuanya diam dan menyuruhku
melanjutkan ceritaku. Aku menceritakan seluruh cita-cita dan impianku, dan
memang teman-teman sekelasku tidak ada yang bertepuk tangan seperti halnya
teman-temanku yang lainnya, tetapi Ibu Guru dengan senyum yang indah dia
berkata “kamu hebat evelyne”. Rasanya senang sekali, dan mulai saat itu aku
bertekad untuk mewujudkan seluruh cita-cita dan impianku.
Itulah
sedikit cerita tentang masa kecilku dan awal dari segala sesuatu yang aku
cita-citakan dan impikan. Benar sekali, aku sangat berkeinginan menjadi seorang
Guru yang luar biasa dan kalian tahu? Aku berkeinginan mendirikan sebuah
sekolah yang sangat besar untuk mereka yang belum pernah bersekolah. Sekolah
yang akan menampung seluruh aspirasi dan ide-ide kreatif anak. Sekolah yang
akan menghasilkan anak-anak bangsa yang sangat luar biasa yang akan
mengharumkan nama bangsa Indonesia ini.
Khayalku,
bahwa suatu saat nanti aku akan memasuki gedung sekolah yang besar, melewati
gerbang dengan memakai bleazzer,
membawa beberapa materi pelajaran dan seluruh orang yang aku lewati memberikan
senyuman dan berkata “selama pagi, Bu” , yakni orang-orang itu ialah
siswa-siswaku, rekan guru, dan seluruh warga sekolah lainnya. Hal ini tidak
hanya kujadikan sebuah khayalan semata, akan ku buat menjadi nyata.
Anak
bangsa harus tetap berkarya, itu yang selalu memotivasiku. Saat ini dan sampai
kapan pun, cita-cita dan impianku tak akan aku rubah. Perjalanan masih panjang
dan rintangan masih banyak. Akan tetapi,
aku takkan menyerah sedikit pun dan selalu berjuang serta berdoa untuk mewujudkan
seluruh cita-cita dan impianku.
Aku
menghela nafas dan kembali mengerjakan tugas.
Langganan:
Postingan (Atom)