Setumpuk
tugas ada di hadapanku malam ini, di ruang tempat aku beristirahat. Ku mulai
dengan mengerjakan tugas matematika, sambil mendengar lantunan lagu dari handphone. Tak lama ku letakkan pensilku
dan sejenak merebahkan tubuh, entah untuk apa hal itu aku lakukan. Tiba-tiba
dalam pikirku terlintas tentang impian masa kecil.
Dari
kecil aku senang melihat seorang Guru, dengan membawa tas dan buku-buku
pelajaran. Walaupun Guru itu tidak berasal atau tidak mengajar di sekolahku.
Setiap melihat mereka, aku selalu berkata “nanti aku akan menjadi seperti itu”
sambil menunjuk. Saat aku duduk di bangku Sekolah Dasar, aku pernah mendapat PR
untuk menceritakan cita-citaku. Dirumah Mama bertanya “PR apa saja yang di
berikan bu Guru?”, aku menjelaskan. Lalu Mama bertanya “memang kamu ingin
menjadi apa?”, dengan polos aku menjawab “mau jadi Ibu Guru, Ma”. Mama
tersenyum dan membantuku mengerjakan PR ku itu.
Saat
di sekolah, PR yang sudah diberikan itu dikumpulkan dan kami di minta untuk
menceritakan tentang cita-cita kami masing-masing. Pada saat giliranku, aku
gemetar karena harus bercerita di depan kelas. Awal bercerita,aku mengatakan
“aku ingin menjadi Guru yang luar biasa dan di sayangi anak-anak”, belum sempat
aku melanjutkan cerita, teman-teman sekelasku pada tertawa, seolah-olah itu hal
yang di anggap remeh. Akan tetapi Ibu Guru meminta semuanya diam dan menyuruhku
melanjutkan ceritaku. Aku menceritakan seluruh cita-cita dan impianku, dan
memang teman-teman sekelasku tidak ada yang bertepuk tangan seperti halnya
teman-temanku yang lainnya, tetapi Ibu Guru dengan senyum yang indah dia
berkata “kamu hebat evelyne”. Rasanya senang sekali, dan mulai saat itu aku
bertekad untuk mewujudkan seluruh cita-cita dan impianku.
Itulah
sedikit cerita tentang masa kecilku dan awal dari segala sesuatu yang aku
cita-citakan dan impikan. Benar sekali, aku sangat berkeinginan menjadi seorang
Guru yang luar biasa dan kalian tahu? Aku berkeinginan mendirikan sebuah
sekolah yang sangat besar untuk mereka yang belum pernah bersekolah. Sekolah
yang akan menampung seluruh aspirasi dan ide-ide kreatif anak. Sekolah yang
akan menghasilkan anak-anak bangsa yang sangat luar biasa yang akan
mengharumkan nama bangsa Indonesia ini.
Khayalku,
bahwa suatu saat nanti aku akan memasuki gedung sekolah yang besar, melewati
gerbang dengan memakai bleazzer,
membawa beberapa materi pelajaran dan seluruh orang yang aku lewati memberikan
senyuman dan berkata “selama pagi, Bu” , yakni orang-orang itu ialah
siswa-siswaku, rekan guru, dan seluruh warga sekolah lainnya. Hal ini tidak
hanya kujadikan sebuah khayalan semata, akan ku buat menjadi nyata.
Anak
bangsa harus tetap berkarya, itu yang selalu memotivasiku. Saat ini dan sampai
kapan pun, cita-cita dan impianku tak akan aku rubah. Perjalanan masih panjang
dan rintangan masih banyak. Akan tetapi,
aku takkan menyerah sedikit pun dan selalu berjuang serta berdoa untuk mewujudkan
seluruh cita-cita dan impianku.
Aku
menghela nafas dan kembali mengerjakan tugas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar