Sabtu, 17 Februari 2018

Impian Terbaikku



Setumpuk tugas ada di hadapanku malam ini, di ruang tempat aku beristirahat. Ku mulai dengan mengerjakan tugas matematika, sambil mendengar lantunan lagu dari handphone. Tak lama ku letakkan pensilku dan sejenak merebahkan tubuh, entah untuk apa hal itu aku lakukan. Tiba-tiba dalam pikirku terlintas tentang impian masa kecil.
Dari kecil aku senang melihat seorang Guru, dengan membawa tas dan buku-buku pelajaran. Walaupun Guru itu tidak berasal atau tidak mengajar di sekolahku. Setiap melihat mereka, aku selalu berkata “nanti aku akan menjadi seperti itu” sambil menunjuk. Saat aku duduk di bangku Sekolah Dasar, aku pernah mendapat PR untuk menceritakan cita-citaku. Dirumah Mama bertanya “PR apa saja yang di berikan bu Guru?”, aku menjelaskan. Lalu Mama bertanya “memang kamu ingin menjadi apa?”, dengan polos aku menjawab “mau jadi Ibu Guru, Ma”. Mama tersenyum dan membantuku mengerjakan PR ku itu.
Saat di sekolah, PR yang sudah diberikan itu dikumpulkan dan kami di minta untuk menceritakan tentang cita-cita kami masing-masing. Pada saat giliranku, aku gemetar karena harus bercerita di depan kelas. Awal bercerita,aku mengatakan “aku ingin menjadi Guru yang luar biasa dan di sayangi anak-anak”, belum sempat aku melanjutkan cerita, teman-teman sekelasku pada tertawa, seolah-olah itu hal yang di anggap remeh. Akan tetapi Ibu Guru meminta semuanya diam dan menyuruhku melanjutkan ceritaku. Aku menceritakan seluruh cita-cita dan impianku, dan memang teman-teman sekelasku tidak ada yang bertepuk tangan seperti halnya teman-temanku yang lainnya, tetapi Ibu Guru dengan senyum yang indah dia berkata “kamu hebat evelyne”. Rasanya senang sekali, dan mulai saat itu aku bertekad untuk mewujudkan seluruh cita-cita dan impianku.
Itulah sedikit cerita tentang masa kecilku dan awal dari segala sesuatu yang aku cita-citakan dan impikan. Benar sekali, aku sangat berkeinginan menjadi seorang Guru yang luar biasa dan kalian tahu? Aku berkeinginan mendirikan sebuah sekolah yang sangat besar untuk mereka yang belum pernah bersekolah. Sekolah yang akan menampung seluruh aspirasi dan ide-ide kreatif anak. Sekolah yang akan menghasilkan anak-anak bangsa yang sangat luar biasa yang akan mengharumkan nama bangsa Indonesia ini.
Khayalku, bahwa suatu saat nanti aku akan memasuki gedung sekolah yang besar, melewati gerbang dengan memakai bleazzer, membawa beberapa materi pelajaran dan seluruh orang yang aku lewati memberikan senyuman dan berkata “selama pagi, Bu” , yakni orang-orang itu ialah siswa-siswaku, rekan guru, dan seluruh warga sekolah lainnya. Hal ini tidak hanya kujadikan sebuah khayalan semata, akan ku buat menjadi nyata.
Anak bangsa harus tetap berkarya, itu yang selalu memotivasiku. Saat ini dan sampai kapan pun, cita-cita dan impianku tak akan aku rubah. Perjalanan masih panjang dan rintangan masih banyak. Akan tetapi,  aku takkan menyerah sedikit pun dan selalu berjuang serta berdoa untuk mewujudkan seluruh cita-cita dan impianku.
Aku menghela nafas dan kembali mengerjakan tugas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar